Posts

Kornelis Penga, Petarung yang Visioner dari Kopdit Hanura

Image
  Kanisius Teobaldus Deki Program Studi Manajemen-STIE Karya, Direktur Lembaga Nusa Bunga Mandiri, Penulis Buku: Terus Menggemakan Nurani, Memantulkan Kesejahteraan (LNBM Press, 2020)   Sabtu, 28 Maret 2026 saya dikejutkan oleh sebuah berita duka: Kornelis Penga telah wafat. Pria yang energik dan visioner ini akhirnya menyelesaikan pertandingan hidupnya di dunia. Menurut kisah rekan dari Puskopdit, pada 30 Januari 2026, ia masih mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Kredit Hanura. Kala itu, ada pemilihan Pengurus-Pengawas baru lembaga keuangan mikro itu. Ia telah menghabiskan masa tugasnya dengan baik. “Ia tidak prima lagi, tampilannya memperlihatkan ia sedang kurang sehat, sempat saya saksikan ia terhuyung-huyung menahan beban tubuhnya”, kisahnya. Kornelis memimpin lembaga itu selama lebih dari 25 tahun. Ia boleh puas memejamkan matanya setelah regenerasi kepemimpinan berhasil dilakukan. Pengurus-Pengawas baru boleh melanjutkan kepemimpinan setelah le...

Mengenang Kae Josy Florisan: Tonggak Penopang Penerbit Ledalero

Image
Kanisius Teobald Deki Foto: Yosep Maria Florisan Saya terkejut menerima berita ini. Kae Josy , demikian kami biasa menyapanya, pemilik nama lengkap Yoseph Maria Florisan , berpulang. Betapa mengejutkan. Pria yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk publikasi ini menorehkan banyak maha karya yang selalu aktual dan relevan. Tulisan ini merupakan sebuah catatan kecil tentang fragmen-fragmen kebersamaan yang seluruhnya tercatat rapih. Penggalan-penggalan kisah yang langsung mengemuka saat memori menarik ingatan padanya. Bergerak dari LPBAJ Saya mengenal Kae Josy saat masih SMA. Wajahnya periang. Ia frater asal Paroki Kumba . Ia terlihat gagah. Kae Josy lahir pada 31 Mei 1967 di Kumba-Ruteng . Ayahnya seorang guru sekaligus katekis handal di Paroki Kumba. Perjumpaan yang intens dengan Kae Josy terjadi saat saya juga menyandang status yang sama: frater. Namun Kae Josy sudah berkarya sebagai penulis dan penterjemah di Lembaga Pembentukkan Berlanjut Arnold Yanssen (LPBAJ), besutan P. Ge...

Tradisi Lisan Orang Manggarai: Sebuah Ikhtiar Kembali ke Jati Diri

Image
Kanisius Teobald Deki Komunitas Menulis-Sastra St. Paulus Penggunaan tradisi lisan sebagai seni dalam ilmu-ilmu sosial menjadi hal biasa setelah terbitnya buku Jan Vansina : De la Tradition Orale: esai de methode historique [dalam bahasa Perancis 1961, dalam bahasa Inggris 1973]. Di sini Vansina menampilkan sarana-sarana sistematik untuk mengidentifikasi, mengumpulkan dan menafsirkan tradisi-tradisi lisan dalam rangka menemukan aspek-aspek masa lampau, terutama di tempat yang tidak memiliki dokumentasinya secara tertulis. Vansina mendefinisikan tradisi lisan sebagai “kesaksian verbal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi lainnya atau ke generasi masa depan”. [1]   Sebelum Vansina membuat uraian sistematis dengan menampilkan contoh-contoh dari hasil penelitiannya di Ruanda-Urundi dan Kuba di Kongo, Afrika, tradisi lisan sudah berkembang secara universal pada berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Tradisi lisan merupakan cikal-bakal tradisi tulisan yang berkembang sanga...